Koperasi Desa Merah Putih: Program Kerakyatan atau Beban Baru bagi Desa?
Koperasi Desa Merah Putih sejak awal dipromosikan sebagai program besar untuk memperkuat ekonomi rakyat desa. Narasinya terdengar ideal: gotong royong, kemandirian ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya di berbagai daerah, muncul banyak persoalan yang memunculkan pertanyaan besar mengenai arah dan konsep program tersebut. Salah satu persoalan utama adalah pola kebijakan yang dinilai terlalu sentralistik. Banyak keputusan diambil secara satu arah tanpa ruang diskusi yang memadai dengan pemerintah desa maupun masyarakat setempat. Kondisi lapangan yang berbeda-beda seolah dipaksa mengikuti format baku yang seragam. Di salah satu daerah misalnya, terdapat lahan hibah dari pihak masjid berukuran 20 x 30 meter untuk pembangunan gerai koperasi. Namun karena harus mengikuti ketentuan tata letak tertentu, bangunan justru berpotensi membelakangi masjid. Dalam budaya masyarakat Melayu, tata ruang seperti itu dipandang kurang elok dan tidak menghormati posi...